Hi kempul mana temen u si gong itu?hahaha julukanya lucu. Meskipun kita tidk pernah saling ketemu dan berekanalan tetapi kita tetap satu didalam SM tentunya dengan Kristus Tuhan kita.
Mengapa kempul minder dengan banyaknya temen2 menjadi pastor? Jadi apapun itu adalah suatu anugerah hidup yang diberikan Tuhan kepada setiap individu. Kalau kita pikirkan dan renungkan dalam-dalam sebenarnay menjadi katekis itu adalah sangat mulia karena melalui seorang katekis seseorang bisa menjadi mengenal Kristus lebih dalam dan akhirnya diimani. Tanpa katekis Gereja Katolik tidak akan pernah berkembang, jangan lupa dalam sejarah gereja banyak orang menjadi percaya dan Gereja Katolik bisa berkembang di daerah2 yang sulit itu karena jasa seorang katekis, bukan jasa seorang pastor. Baru setelah jemaat mulai berkembang barulah diutus seorang pastor untuk melayani sakramen. Jadi sebenarnya talenta seorang katekis yang sangat mulia lebih dari seorang pastor seperti peran para guru2 pada umumnya.
Kebanyak orang melihat hidup seorang pastor itu enak dari previlagenya saja, tetapi sebenarnya tugas yg amat berat karena pastor itu yg harus menajga domba2 dan menghantar mereka sampai ke gerbang keadadian bersama Kristus, maka jika seorang pastor dalam menjalankan tuas kegembalaannya itu tidak bertanggungjawab atas keselamatan umatnya alias pastor yang lalai akan tugasnya melayani umat dengan lebih mengedepankan privelagenya, jiak diperlukan umat tidak langsung dilayani melainkan alasan sibuk dengan tugas2 komisi or lainnya. Padahal tugas utama seorang pastor adalah melayani umat, jika tugas2 komisi itu juga unt umat tetapi itu adalah pekerjaan yg berikutnya bukan yang utama. Hal ini sering menjadi keluhan dari umat, dan akhirnya umat pada kecewa sehingga pindah gereja. Itu adalah tanggung jawb moral seorang pastor jika ada dombanya pergi, bukan salah dombanya tp salah pastornya yang lalai dlam melayani umatnya. Maka kempul u tidak usah gelisah bahkan irihati melihat seorang pastor, jika u dapat menajadi seorang katekis yang sangat dicintai oleh para murid dan ingat menjadi katekis jangan karena materi melulu tp kepuasan batin yg utama yaitu ikut serta dalam karya penyelamatan Kristus secara real bukan hanya berkotbah saja.
Disini saya tidak bermaksud hendak melecehkan peran seorang pastor tetapi ini adalah suatu realita yang memang benr terjadi dalam kehidupan gereja kita, pastor dilihat hanya sebagai sesuatu yang hebat ttapi dalam kehebatannya itu ada suatu tanggungjawab yang sangat hebat juga, jadi seimbangkan. Siapa yang mendapat banyak akan diambil juga lebih banyak dari dirinya. Yang penting jadilah dirimu sendiri sesuai dengan kemampuan dan bakat yang diberikan oleh Tuhan kepadamu, jangan ingin jadi orang lain yang belum tentu dapat membahagian seperti yang kita lihat lewat mata dan sering menipu..
Kempul ini bukan nasehat lho tp ak mendorong dirimu untuk menjadi dirimu saja bukan menjadi diri orang lain, enak bagi orang lain belum tentu enak untk dirimu sendirikan. Ok sukses aja deh dan nikmati saja pekerjaan yang u jalani.
Salam dariku
Antonius Wongso, angkatan 1986
D-LARISTA (peDuli stelLa maRIS kiTA). Blog ini adalah media temu rasa, karsa, dan karya para sakerawan ex Seminaris Stella Maris Bogor. Wilujeng sumping, sahabat sakerawan... Tuhan memberkati kita semua, amin.
Pater Wijbrand
CRESCAT ET FLOREAT
Mar 4, 2009
Sharing Pengalaman sbg Katekis di Nias
sobat2
Senang kalo boleh bagi pengalaman dengan katekis... Pengalaman di jawa memang kurang biasa bahwa tugas katekis terasakan manfaatnya, selain hanya sebagai guru agama. Saya ngalami 6 taun di tanah misi domestik pulau Nias, tugas katekis begitu amat sangat dibutuhkan meskipun gereja (sebagai paguyuban umat beriman) masih bisa memperhatikan mereka lebih baik. Kami harus berjalankaki 3-4jam untuk sampai stasi tujuan, setelah sampai dan membersihkan diri dan makan seperlunya mulailah tugas pelayanan dimulai, sementara kami melaksnakan tugas sakramental pertobatan dan mempersiapkan ekaristi, katekis menjalankan tugas administratif dan pewartaan, mulai dengan data administrasi di-update untuk tau per 3-4bln data lahir-baptis-mati-merantau-dsb. Setelah data2 selesai dikoreksi, katekis mulai mengajar (sering sampai berbusa-busa mulutnya 'ngocoblak' diselingi nyanyian penghibur) yang biasanya sekitar 1-2jam! Coba sapa yang tahan selama 2 jam ngomong dengan segala variasinya, romo-nya hanya bicara yang sama sekitar sakr tobat, tapi katekis harus tahan bicara sampai 2 jam. Tapi ketika selesai sakr tobat, katekis istirahat, romonya melanjutkan dengan ekaristi dengan bahasa daerah.
Nah, itu baru kegiatan rutin kunjungan stasi. Kalau terjadi permasalahan di stasi, katekis wilayah dan katekis paroki yang paham permasalahan, latar belakang dan kemungkinan solusi paling baik harus menghadapi duluan. Di daerah yang masih lebih rawan kejahatan perampokan mungkin katekis perlu membela dirinya, bahkan pernah sekali waktu dalam perjalanan ke paroki menghadiri misa krisma dengan uskup setempat, seorang katekis melawan perampok kambuhan yang untungnya perampok yang kalah tapi sang katekis terpaksa diamankan ke polsek demi keamanannya, juga menghindari balas dendam. Pengalaman dengan katekis di daerah yang luar biasa berani dan penuh resiko demi mencapai nilai2 kristiani jaman sekarang sudah makin luntur. Makin berkembang pelayanan pastoral tapi lebih sering ngga didukung perkembangan nilai2 duniawi. Ya ujung2nya hanya bisa mohon doa dan dukungan semuanya bahwa ini kerja kita bersama...
adi osc
Senang kalo boleh bagi pengalaman dengan katekis... Pengalaman di jawa memang kurang biasa bahwa tugas katekis terasakan manfaatnya, selain hanya sebagai guru agama. Saya ngalami 6 taun di tanah misi domestik pulau Nias, tugas katekis begitu amat sangat dibutuhkan meskipun gereja (sebagai paguyuban umat beriman) masih bisa memperhatikan mereka lebih baik. Kami harus berjalankaki 3-4jam untuk sampai stasi tujuan, setelah sampai dan membersihkan diri dan makan seperlunya mulailah tugas pelayanan dimulai, sementara kami melaksnakan tugas sakramental pertobatan dan mempersiapkan ekaristi, katekis menjalankan tugas administratif dan pewartaan, mulai dengan data administrasi di-update untuk tau per 3-4bln data lahir-baptis-mati-merantau-dsb. Setelah data2 selesai dikoreksi, katekis mulai mengajar (sering sampai berbusa-busa mulutnya 'ngocoblak' diselingi nyanyian penghibur) yang biasanya sekitar 1-2jam! Coba sapa yang tahan selama 2 jam ngomong dengan segala variasinya, romo-nya hanya bicara yang sama sekitar sakr tobat, tapi katekis harus tahan bicara sampai 2 jam. Tapi ketika selesai sakr tobat, katekis istirahat, romonya melanjutkan dengan ekaristi dengan bahasa daerah.
Nah, itu baru kegiatan rutin kunjungan stasi. Kalau terjadi permasalahan di stasi, katekis wilayah dan katekis paroki yang paham permasalahan, latar belakang dan kemungkinan solusi paling baik harus menghadapi duluan. Di daerah yang masih lebih rawan kejahatan perampokan mungkin katekis perlu membela dirinya, bahkan pernah sekali waktu dalam perjalanan ke paroki menghadiri misa krisma dengan uskup setempat, seorang katekis melawan perampok kambuhan yang untungnya perampok yang kalah tapi sang katekis terpaksa diamankan ke polsek demi keamanannya, juga menghindari balas dendam. Pengalaman dengan katekis di daerah yang luar biasa berani dan penuh resiko demi mencapai nilai2 kristiani jaman sekarang sudah makin luntur. Makin berkembang pelayanan pastoral tapi lebih sering ngga didukung perkembangan nilai2 duniawi. Ya ujung2nya hanya bisa mohon doa dan dukungan semuanya bahwa ini kerja kita bersama...
adi osc
Mar 3, 2009
Serah Terima Kompor
Rekan2, sesuai dengan schedule yang telah di tetapkan, maka penyerahan sumbangan kompor SM dapat terlaksana pada hari minggu 01/03/09.
Alumni SM yang hadir :- Yohanes Koda Mogo- Anton "Bheler"- Cornelis Luntungan- Rm. Yoyon CM- Rm. Ferry OFM- Dimas H- Danang- Prastyo "Bonsay"- Reynold Sahat- Bayu "Komo" --> telat hadir- FX Arnoko --> telat hadirSerah terima diwakili Fr Arie Pr dikarenakan para romo di seminari sedang ada acara yang bersamaan.
Serah terima kompor dengan perincian sbb :- 4 Kompor- Rak kompor- 6 tabung gas - 1 tabung pemadam kebakaranPemakaian dana akan kami lampirkan secepatnya, masih di kalkulasikan.Terima kasih atas support & kerjasama rekan2 sekalian atas realisasi sumbangan kompor SM ini. What Next?
Salam,B Dimas Handoko
Alumni SM yang hadir :- Yohanes Koda Mogo- Anton "Bheler"- Cornelis Luntungan- Rm. Yoyon CM- Rm. Ferry OFM- Dimas H- Danang- Prastyo "Bonsay"- Reynold Sahat- Bayu "Komo" --> telat hadir- FX Arnoko --> telat hadirSerah terima diwakili Fr Arie Pr dikarenakan para romo di seminari sedang ada acara yang bersamaan.
Serah terima kompor dengan perincian sbb :- 4 Kompor- Rak kompor- 6 tabung gas - 1 tabung pemadam kebakaranPemakaian dana akan kami lampirkan secepatnya, masih di kalkulasikan.Terima kasih atas support & kerjasama rekan2 sekalian atas realisasi sumbangan kompor SM ini. What Next?
Salam,B Dimas Handoko
Mar 2, 2009
Renungan Inspiratif!
Saat awan mendung, selalu saja ada harapan, terbentanglah harapan kan bersinar pelangi yang indah!Saat hati mendung, selalu ada harapan akan hadirnya Roh Tuhan yang memberikan harapan dan gairah serta semangat baru!Saat ada banyak pertanyaan yang tidak jelas untuk diriku, selalu ada saja jawaban yang membuatku bangkit dari keterpurukan!Saat ada banyak kebencian yang menyelimuti aku, karena ketidacocokanku, perbedaan pendapat dengan temanku, selalu ada harapan untuk berdamai kembali dengannya!Saat ada banyak rasa enggan untuk bertemu dengan temanku, di situlah ada harapan untuk mencari dia dan lebih dahulu menyapanya, "Halooo, pa kabar?"Saat ada banyak kebosanan, di situlah ada banyak saat untuk mencari kesegaran baru dalam Tuhan, Sang Air Kehidupan!Saat ada banyak kegelisahan tak menentu, di situlah, kusadari aku sendiri tidak bisa mengandalkan diri sendiri, melainkan ada saat untuk mencari Tuhan, harapan satu-satunya masa depanku.Saat ada banyak keragu-raguan untuk melangkah, selalu ada kesempatan untuk berani melangkah di tengah ketidakpastian, karena dalam ketidakpastian ada saat untuk berharap, juga kalau tidak ada alasan untuk berharap sekalipun.Saat ada rasa nyamanpun, di situlah kita terbuka untuk menyadari ada banyak ketidaknyamanan di dunia ini, karenanya biarlah rasa nyaman dalam dirimu tidaklah perlu terus menerus dialami.Saat ada kepastian jaminan masa depan karena ada banyak kekayaan,janganlah lupa bahwa akan timbul tenggalam banyak kekuatiran kalau harta kita hilang, ada gejala kita menjadi tidak mudah murah hati karena ketakutan harta kita berkurang... !Saat ada banyak pujian untuk dirimu, janganlah lupa bahwa ada banyak orang yang tidak mendapatkan pujian padahal mereka sudah bekerja keras untuk kepentingan banyak orang!Saat engkau senang memakai baju yang baru dengan harga yang mahal, janganlah lupa ada banyak karyawan buruh pakaian yang masih belum kecukupan.Saat engkau makan enak, janganlah lupa dengan banyak orang yang masih kesulitan untuk makan saat ini, karena itu, janganlah engkau bangga bila mengatakan, "sekarang kita mau makan di mana?"Saat engkau bisa tidur pulas di atas kasur yang empuk, ingatlah ada banyak orang tidur di manapun mereka bisa merebahkan punggungnya yang kecapekan karena berjuang keras mencari makan seharian. Semoga makin banyak orang menemukan rahmat Tuhan di tengah kenyataaan yang pahit sekalipun.Warm regards!
Renungan Bulan Maret
Senin , 2 Maret 09
Mat 25:31-46
Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
Simak kisah klasik ini: seorang raja menyamar menjadi rakyat jelata. Ada yang memaki, ada yang cuek, ada yang baik padanya. Semua baru terbelalak ketika terbuka rahasia bahwa rakyat jelata tadi adalah raja mereka sendiri. Dengan jelas Yesus mengenalkan diri dengan mengidentikkan diri dengan kaum miskin di sekitar kita. Mungkin sulit bagi anda untuk percaya, namun inilah cara Tuhan. Renungkan dengan cerita raja tadi, amati perasaan anda terhadap Yesus, bertanyalah sikap apa yang mestinya kita tunjukkan kepada si lapar, haus, kesepian dan tersingkir disekitar kita?
Selasa, 3 Maret 09
Mat 6:7-15Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
Coba kita Cuplik akhir dari doa yang diajarkan Yesus ini. Betapa besarnya arti pengampunan kita, sehingga menjadi syarat untuk bisa diampuni Tuhan. Renungkan apa yang akan dialami oleh orang yang mampu mampumengampuni. Ia akan terbuka hatinya, ia tak berpatokan pada dendam tetapi pada kehidupan yang lebih agung di dalam Tuhan. Orang yang mampu mengampuni adalah orang yang punya visi akan relasi yang mulia antar manusia. Ia adalah orang yang berjiwa besar. Benarkah pernyataan pernyataan di atas? Uji sendiri.Rabu, 4 Maret 09
Luk 11:29-32
Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus
Yesus gemas pada kedegilan masa rakyat yang tak mau bertobat dan malah minta tanda. Jawabnya hanya satu, tanda Nabi Yunus, bahwa ia akan ditelan ikan tiga hari dan dimuntahkan dalam keadaan hidup. Yesus yang akan ditelan perut bumi dan keluar lagi untuk kehidupan baru. Kita boleh bersyukur pada Tuhan karena boleh berpantang dan berpuasa, berdoa dan beramal, mati diri dihadapan Tuhan. Namun jangan lupa menanyakan: Apa kehidupan baru yang akan saya tunjukkan pada Tuhan? Berikan diri pada Tuhan untuk diperbaharui.
Kamis, 5 Maret 09
Mat 7:7-12
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu”
Pernahkah anda minta tolong seseorang dan ditolak? Bagaimana perasaan Anda? Sebaliknya, apakah anda pernah memiliki teman yang mengatakan: Kalau kamu memerlukan sesuatu, jangan ragu telpon aja?” Bagaimana perasaan anda padanya? Firman Yesus ini adalah salah satu kesaksian akan jati diri Tuhan yang sungguh menyejukkan kita. Ia memberikan diri seutuhnya kepada kita. Tak heran kalau Yesus kadang digambarkan dengan tangan terbuka dan terulur, yang menggambarkan penerimaan dan kemurahan hati. Namun adakah kita berani mencurahkan suka duka kita dan bersandar padanya?
Jumat, 6 Maret 09
Mat 5:20-26
Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Apa maksud Yesus? Apa yang salah dalam diri orang Farisi. Satu hal yang membuat Yesus sungguh menghindarkan kita dari pengaruh ragi farisi adalah karena sikap kaum farisi yang munafik dan kaku, yakni menekankan prestasi keagamaan tanpa membawa dalam sikap yang penuh kasih. Sikap ini diperparah oleh sikap kaku yang tak mau melihat bahkan mencurigai setiap pola kehidupan baru. Adakah anda pernah berjuang untuk hidup baru namun ditertawakan orang? Teguhkanlah hatimu. Hati-hati pula, karena mungkin hati kita yang stagnan, mandeg, tak menunjukkan tekad baru. Kalau kita masih mencurigai setiap tawaran kehidupan baru yang ditawarkan Yesus, itulah saatnya kita bertanya: apakah aku layak masuk Kerajaan Allah? Segarkan hidup Anda di dalam Yesus.
Sabtu, 7 Maret 09
Mat 5:43-48
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
Anda bisa menjual suatu benda kalau memang memiliki nilai tambah bagi yang mau membelinya. Apakah nilai tambah anda sebagai pengikut Yesus untuk diterima Bapa di surga? Yesus menunjukkan dengan jelas, kasih yang tak mengenal batas, itulah nilai tambahnya. Kalau kita masih membatasi dengan mengasihi hanya saudara kita, teman kita, kelompok kita, ”geng”kita”, Yesus bertanya: Apa lebihnya? Kasihilah musuhmu, perintahNya. Perintah ini sungguh berat, namun akan menguji kualitas pribadi dan iman kita.
(parign)
Mat 25:31-46
Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
Simak kisah klasik ini: seorang raja menyamar menjadi rakyat jelata. Ada yang memaki, ada yang cuek, ada yang baik padanya. Semua baru terbelalak ketika terbuka rahasia bahwa rakyat jelata tadi adalah raja mereka sendiri. Dengan jelas Yesus mengenalkan diri dengan mengidentikkan diri dengan kaum miskin di sekitar kita. Mungkin sulit bagi anda untuk percaya, namun inilah cara Tuhan. Renungkan dengan cerita raja tadi, amati perasaan anda terhadap Yesus, bertanyalah sikap apa yang mestinya kita tunjukkan kepada si lapar, haus, kesepian dan tersingkir disekitar kita?
Selasa, 3 Maret 09
Mat 6:7-15Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
Coba kita Cuplik akhir dari doa yang diajarkan Yesus ini. Betapa besarnya arti pengampunan kita, sehingga menjadi syarat untuk bisa diampuni Tuhan. Renungkan apa yang akan dialami oleh orang yang mampu mampumengampuni. Ia akan terbuka hatinya, ia tak berpatokan pada dendam tetapi pada kehidupan yang lebih agung di dalam Tuhan. Orang yang mampu mengampuni adalah orang yang punya visi akan relasi yang mulia antar manusia. Ia adalah orang yang berjiwa besar. Benarkah pernyataan pernyataan di atas? Uji sendiri.Rabu, 4 Maret 09
Luk 11:29-32
Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus
Yesus gemas pada kedegilan masa rakyat yang tak mau bertobat dan malah minta tanda. Jawabnya hanya satu, tanda Nabi Yunus, bahwa ia akan ditelan ikan tiga hari dan dimuntahkan dalam keadaan hidup. Yesus yang akan ditelan perut bumi dan keluar lagi untuk kehidupan baru. Kita boleh bersyukur pada Tuhan karena boleh berpantang dan berpuasa, berdoa dan beramal, mati diri dihadapan Tuhan. Namun jangan lupa menanyakan: Apa kehidupan baru yang akan saya tunjukkan pada Tuhan? Berikan diri pada Tuhan untuk diperbaharui.
Kamis, 5 Maret 09
Mat 7:7-12
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu”
Pernahkah anda minta tolong seseorang dan ditolak? Bagaimana perasaan Anda? Sebaliknya, apakah anda pernah memiliki teman yang mengatakan: Kalau kamu memerlukan sesuatu, jangan ragu telpon aja?” Bagaimana perasaan anda padanya? Firman Yesus ini adalah salah satu kesaksian akan jati diri Tuhan yang sungguh menyejukkan kita. Ia memberikan diri seutuhnya kepada kita. Tak heran kalau Yesus kadang digambarkan dengan tangan terbuka dan terulur, yang menggambarkan penerimaan dan kemurahan hati. Namun adakah kita berani mencurahkan suka duka kita dan bersandar padanya?
Jumat, 6 Maret 09
Mat 5:20-26
Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Apa maksud Yesus? Apa yang salah dalam diri orang Farisi. Satu hal yang membuat Yesus sungguh menghindarkan kita dari pengaruh ragi farisi adalah karena sikap kaum farisi yang munafik dan kaku, yakni menekankan prestasi keagamaan tanpa membawa dalam sikap yang penuh kasih. Sikap ini diperparah oleh sikap kaku yang tak mau melihat bahkan mencurigai setiap pola kehidupan baru. Adakah anda pernah berjuang untuk hidup baru namun ditertawakan orang? Teguhkanlah hatimu. Hati-hati pula, karena mungkin hati kita yang stagnan, mandeg, tak menunjukkan tekad baru. Kalau kita masih mencurigai setiap tawaran kehidupan baru yang ditawarkan Yesus, itulah saatnya kita bertanya: apakah aku layak masuk Kerajaan Allah? Segarkan hidup Anda di dalam Yesus.
Sabtu, 7 Maret 09
Mat 5:43-48
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
Anda bisa menjual suatu benda kalau memang memiliki nilai tambah bagi yang mau membelinya. Apakah nilai tambah anda sebagai pengikut Yesus untuk diterima Bapa di surga? Yesus menunjukkan dengan jelas, kasih yang tak mengenal batas, itulah nilai tambahnya. Kalau kita masih membatasi dengan mengasihi hanya saudara kita, teman kita, kelompok kita, ”geng”kita”, Yesus bertanya: Apa lebihnya? Kasihilah musuhmu, perintahNya. Perintah ini sungguh berat, namun akan menguji kualitas pribadi dan iman kita.
(parign)
Subscribe to:
Posts (Atom)



